CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
Vol. 5 No. 2 (2025)

KOPI DALAM KONTEKS KEARIFAN LOKAL: SIMBOLISME DAN NILAI BUDAYA MASYARAKAT ACEH

Chairiyani, Rina Patriana (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2025

Abstract

Coffee and Acehnese society are two inseparable entities. Coffee has become an integral part of the social and cultural life of the local community. This study aims to reveal the meaning of coffee in the context of local wisdom in Acehnese society through a qualitative approach using descriptive analysis methods. Data collection was conducted through a systematic literature review, including a review of textbooks, academic journals, and previous studies relevant to the research topic. The data obtained were then analyzed in depth to identify the philosophical values embedded in Aceh's coffee traditions. The results of the study show that coffee in Acehnese society is not merely a beverage (kuphi/kopi), but also encompasses the practices of serving and consuming it (jeumpet kuphi/ngopi) as well as the social spaces where these interactions take place (keude kuphi/kedai kopi). These three dimensions reflect the local wisdom of Acehnese society, which emphasizes traditional values, hospitality, friendliness, and social solidarity. These findings reinforce the argument that coffee is not merely a commodity but also a medium that strengthens social cohesion and cultural identity in the daily lives of Acehnese society. ABSTRAK Kopi dan masyarakat Aceh merupakan dua entitas yang tidak terpisahkan. Kopi telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kopi dalam konteks kearifan lokal masyarakat Aceh melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan literatur sistematis yang mencakup studi pustaka terhadap buku-buku teks, jurnal akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam tradisi kopi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi dalam masyarakat Aceh tidak sekadar berfungsi sebagai minuman (kuphi/kopi), melainkan juga mencakup praktik penyajian dan konsumsinya (jeumpet kuphi/ngopi) serta ruang sosial tempat interaksi tersebut berlangsung (keude kuphi/kedai kopi). Ketiga dimensi ini merefleksikan kearifan lokal masyarakat Aceh yang mengedepankan nilai-nilai tradisi, kedermawanan (hospitality), keramahan (friendliness), dan solidaritas sosial (social solidarity). Temuan ini memperkuat argumen bahwa kopi bukan hanya sebagai komoditas, melainkan juga sebagai medium yang memperkuat kohesi sosial dan identitas kultural masyarakat Aceh dalam kehidupan sehari-hari.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

cendekia

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu ...