Gundala-gundala adalah salah satu tarian topeng yang terbuat dari bahan kayu dibentuk dengan menyerupai seperti wajah manusia. Gundala-gundala selalu di tampilkan pada saat Upacara besar atau Kegiatan - kegiatan besar di Karo. Selain itu Gundala-gundala pada zaman dahulu dipercaya dalam Masyarakat Karo berfungsi sebagai pemanggil hujan. Gundala-gundala memiliki berbagai karakter atau peran wujud seperti Sibayak (Raja), Kemberahen (Istri Raja), Beru (Putreri Raja), Puanglima (Panglima), Anak Perana Si Ertuah (Nama Burung). Perbedaan dari setiap karakter gundala-gundala dapat dilihat dari warna yang digunakan yaitu untuk Raja berwarnaa Putih, Istri Raja Berwarna Merah, Beru kuning, pamhlima hitam dan burung Anak Perana Si Ertuah bewarna gelap. Penciptaan karya batik ini bertujuan untuk mnghasikan inovasi dalam berkarya dan melestarikan kebudayaan tersebut dalam motif batik tulis. Penelitian penciptaan ini mengunakan metode Penciptaan Karya dengan 3 tahapan pengerjaan yakni tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Penciptaan karya batik dalam penelitian ini menggunakan teknik batik tulis dengan proses pewarnaan menggunakan zat warna remasol. Adapun ornaman pendukung didalam karya ini seperti galumbang sitepuken, taruk-taruk, bunga gundur, tutup dadu ras cimba lau, teger tudung, ukiren sisik kaperas, Pantil Manggis, dan Bindu Matagah. Hasil penciptaan ini akan menghasilakn 10 karya batik tulis bermotif Gundala-gundala dengan ukuran 90 cm x 150 cm dengan tampilan landscape dan portrait.
Copyrights © 2024