Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan miskonsepsi siswa SMA di tiga sekolah di kota Cimahi. Pemilihan sekolah peserta dilakukan berdasarkan jenjang sekolah, dengan sekolah tingkat rendah, sedang, dan tinggi menjadi urutan pertama. Penelitian ini diikuti oleh 304 siswa kelas XI yang telah mendapatkan materi asam basa. Tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat dengan komponen visual adalah alat yang digunakan dalam penelitian ini teknik deskriptif ini. Temuan analisis menunjukkan bahwa ada sembilan kategori kesalahpahaman penting yang berbeda. Kekeliruan yang paling sering terjadi adalah gagasan ionisasi basa lemah. Contohnya adalah pada basa Fe(OH)2 yang dianggap lemah karena hanya terionisasi sebagian dan menghasilkan sejumlah kecil kation dan anion (OH-) karena konstanta ionisasinya kurang dari satu. Berdasarkan temuan penelitian, siswa kelas XI di Kota Cimahi memiliki kesalahpahaman serupa tanpa memandang jenis kelamin atau tingkat sekolah. Hasil uji ANOVA dan uji t dengan tingkat signifikansi > 0,05 yaitu masing-masing 0,803 dan 0,656 menunjukkan hal tersebut.
Copyrights © 2024