Untuk lebih memahami bagaimana memotivasi mahasiswa tingkat universitas untuk belajar, penelitian ini akan menguji keefektifan format mata kuliah hibrida dan fleksibel. Kuesioner dikirimkan kepada para mahasiswa yang mengambil bagian dalam pengajaran semacam ini untuk mengumpulkan data dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Terdiri atas 11 laki-laki (36,37%) dan 19 perempuan (63,33%). Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa motivasi siswa tidak terpengaruh oleh penggunaan format mata kuliah hibrida atau fleksibel. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi individu pelajar memiliki dampak yang lebih besar terhadap keinginan mereka untuk belajar. Di sisi lain, pembelajaran campuran memiliki kemampuan untuk meningkatkan penggunaan TI untuk memperoleh pengetahuan, dan siswa sering memilih kursus yang fleksibel daripada kursus terjadwal. Teknik pembelajaran yang lebih efektif dan mudah beradaptasi berdasarkan kebutuhan siswa, serta cara-cara yang lebih individual untuk meningkatkan motivasi belajar, dapat dirancang dengan menggunakan wawasan baru yang diberikan oleh penelitian ini. Institusi pendidikan dapat menggunakan temuan ini untuk menginformasikan praktik mereka.
Copyrights © 2024