Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan teknik provokasi materi pencemaran lingkungan model pembelajaran inkuiri. Ditemui bahwa siswa kurang diberikan kesempatan untuk menggali pengetahuan dan mengaitkan konsep yang dipelajari. Kemampuan berpikir kreatif rendah tergambar dari sikap peserta didik yang cenderung pasif selama proses pembelajaran dan mengalami kesulitan dalam menjawab soal yang bersumber dari ceramah dan bentuk tanya jawab. Hal ini berdampak pada pencapaian hasil belajar siswa yang kurang memuaskan serta masih kurangnya siswa untuk berpikir kreatif. Responden penelitian adalah siswa SMP kelas VII dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 2 kelas, masing-masing kelas VII C berjumlah 10 siwa dan kelas VII D berjumlah 10 siswa, sehingga jumlah responden dalam penelitian ini adalah 20 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test design. Pengumpulan data melalui penilaian validasi pakar, lembar penilaian berpikir kreatif dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif (persentase dan n-gain). Hasil penelitian:1) Instrumen penelitian teknik provokasi pada pembelajaran Pencemaran Lingkungan sangat valid dan reliabel, 2) kemampuan fluency meningkat 44,77% (klasikal) dengan =0,11 (rendah), 3) kemampuan flexibility meningkat 233,33% (klasikal) dengan =0,14 (rendah), 4) kemampuan originality meningkat 42,05% (klasikal), dengan dengan =0,33 (sedang), 5) Pola peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa: originality > flexibility > fluency. Kesimpulan penelitian adalah kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan teknik provokasi materi pencemaran lingkungan model pembelajaran Inkuiri mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar pada aspek originality.
Copyrights © 2024