Claim Missing Document
Check
Articles

Aspek Hukum Perjanjian Kerja Dengan Kontrak Baku Antara Perusahaan Dengan Pekerja Dalam Perusahaan Satu grup : Analisis Putusan Pengadilan Negeri Medan No.132/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Mdn Franz Mika Widardo Harahap; Budiman Ginting; Agusmidah Agusmidah; Mahmul Siregar
USU LAW JOURNAL Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.434 KB)

Abstract

Abstract. In group company, there is often a transfer of work agreements to employees from one company to another in a group of companies. Where the transfer of work agreements is made in a work agreement with a standard contract. The legal vacuum that regulates group companies opens a legal loophole that can harm other parties in general and specialy the workers who transfered to another company  within the group's companies. This certainly can eliminate the rights of employee in particular the reduction in working period because they transfered to a  different company.. This study was used to analyze the Decision of the Medan District Court No.132 / Pdt.Sus-PHI / 2016 / PN.Mdn, dated November 16, 2016 with literature support, and elaborating legislation.Legal protection has been given by the panel of judges who handle cases to employee who had the termination of employment. By declaring null and void the work agreement of a certain time of the employee and automatically making the status of permanent for employees. The panel of judges also canceled the employee's resignation letter because it was proven not because of the will of the employee but because of coercion from the company and it was proven that the employee had worked for 3 (three) years and 3 (three) months worked continuously in the same company, it was termination of employment relationship and has the right to receive severance pay and length of service awards.   Keywords: work agreements, standard contracts and group companies
Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) Pada Materi Klasifikasi Materi dan Perubahannya di SMPN 2 Tondano Via Dalam Jaringan (Daring) Jilly Surachman; Fransiska Harahap
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 1 No. 2: Desember 2020
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v1i2.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA materi klasifikasi materi dan perubahannya dengan menggunakan Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu menggunakan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII di SMPN 2 Tondano dan sampel penelitian terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas VIIC sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 20 siswa dan kelas VIID sebagai kelas kontrol yang berjumlah 18 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan pretest sebelum proses perlakuan dan posttest sesudah diberikan perlakuan. Data hasil penelitian yang diperoleh berupa selisih nilai rata-rata hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen adalah 46 sedangkan untuk kelas kontrol selisih nilai rata-rata hasil pretest dan posttest adalah 36,38. Setelah dilakukan uji statistik melalui uji-t, rata-rata hasil belajar yang diperoleh antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu thitung = 7,052 > ttabel = 1,688. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh PBMP terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA materi klasifikasi materi dan perubahannya di SMPN 2 Tondano kelas VII.
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share dan Two Stay Two Stray Pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup di SMP Negeri 1 Essang Jenalsi Adalide Ramut; Fransiska Harahap
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 2 No. 1: Juni 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v2i1.948

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas VII SMP Negeri 1 Essang. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Essang tahun ajaran 2020/2021. Penelitian menggunakan metode penelitian eksperimen dengan jenis penelitian quasi experiment dengan desain penelitian pretest posttest control group design. Penelitian dilakukan terhadap 2 kelompok, yaitu kelas VII-A kelas eksperimen I model pembelajaran tipe TSTS dan kelas VII-B kelas eksperimen II model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Data hasil penelitian yang diperoleh dari kelas eksperimen I berupa nilai rata-rata hasil pretest 50,63 dan rata-rata hasil posttest 84,69 sedangkan pada kelas eksperimen II diperoleh rata-rata nilai hasil pretest 44,37 dan rata-rata nilai posttest 71,56. Hasil uji statistik melalui uji-t, diperoleh thitung lebih besar dari ttabel yaitu 3,676 > 1,697. Sehingga kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok eksperimen I yang menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dan kelompok eksperimen II yang menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi klasifikasi makhluk hidup.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Tipe GI Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Pada Materi Pencemaran Lingkungan Agnes Inka Christy Ogi; Fransiska Harahap
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 2 No. 2: Desember 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v2i2.1091

Abstract

Hasil wawancara di SMP Negeri 9 Dumoga ditemukan bahwa dalam proses pembelajaran IPA, cara guru menyampaikan materi masih berpusat pada guru atau kurang melibatkan siswa serta kurangnya penggunaan variasi model dalam proses pembelajaran sehingga membuat siswa kurang aktif. Oleh karena itu proses pembelajaran belum terlaksana secara optimal dan hasil belajar IPA siswa belum mencapai nilai KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran GI pada materi pencemaran lingkungan di SMP Negeri 9 Dumoga. Penelitian ini menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh dan diperoleh 2 kelas dengan jumlah masing-masing 20 siswa, kelas VIIA sebagai kelas eksperimen I dan kelas VIIB sebagai kelas eksperimen II. Data hasil belajar siswa dari kedua model pembelajaran diperoleh dari pretest dan posstest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji hipotesis (uji-t) diperoleh nilai signifikan 0,015 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa, baik yang diberi model pembelajaran STAD dan yang diberi model pembelajaran GI untuk materi pencemaran lingkungan pada kelas VII di SMP Negeri 9 Dumoga.
Penerapan Model Group Investigation dan Jigsaw Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia di SMP Negeri 9 Dumoga Milke Milke; Ni Wayan Suriani; Fransiska Harahap
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 3 No. 1: Juni 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v3i1.1098

Abstract

Pencapaian suatu tujuan pendidikan dalam pembelajaran tidak terlepas dari peran aktif seorang guru dalam mendidik peserta didik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw pada materi sistem ekskresi manusia. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Dumoga Tahun Ajaran 2020-2021 dan menggunakan metode quasi eksperimental design dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Seluruh populasi dalam penelitian ini dijadikan sebagai sampel yang dipilih menggunakan sampling jenuh. Data hasil belajar siswa dari kedua model pembelajaran diperoleh dari pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji hipotesis (uji-t) pada taraf nyata 0,05 diperoleh signifikan 0,03 < 0,05 dimana H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok yang menggunakan model pembelajaran Group Investigation dan kelompok yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada materi sistem ekskresi manusia, dimana hasil pada model pembelajaran Group Investigation lebih tinggi dari hasil pembelajaran Jigsaw.
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP Menggunakan Teknik Provokasi Pada Materi Pemanasan Global Model Pembelajaran Problem Based Learning I Made Era Wijaya; Fransiska Harahap
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 3 No. 2: Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v3i2.2538

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif siswa saat ini yang tergolong rendah disebabkan oleh pembelajaran IPA yang masih sedikit menstimulasi ke arah peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Siswa lebih banyak dalam posisi penerima informasi dan kurang aktif dalam pembelajaran. Tidak ada waktu siswa secara mandiri untuk mengadakan penyelidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan teknik provokasi pada materi pemanasan global model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Responden penelitian adalah siswa SMP kelas VII dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 2 kelas, masing-masing kelas VII-A berjumlah 10 siswa dan kelas VII-B berjumlah 10 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif pre-experimental dengan desain one group pretest posttest design. Pengumpulan data melalui penilaian validasi pakar, lembar penilaian berpikir kreatif dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian teknik provokasi pada pembelajaran pemanasan global sangat valid dan reliabel, kemampuan fluency meningkat 35,13% (klasikal) dengan <g> = 0,11 (rendah), kemampuan flexibility meningkat 234,61% (klasikal) dengan <g> = 0,22 (rendah), kemampuan originality meningkat 142% (klasikal), dengan <g> = 0,60 (sedang), dan pola peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa: originality > flexibility > fluency. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan teknik provokasi pada materi pemanasan global model pembelajaran PBL mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar pada aspek originality.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Sains Menggunakan Model Pembelajaran Inovatif Construction Deconstruction Reconstruction – Provocation (CDR-Po) Fransiska Harahap; Ester Caroline Wowor; Widya Anjelia Tumewu
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 3 No. 2: Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v3i2.5717

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif IPA dengan menggunakan model pembelajaran CDR-Po pada siswa SMP yang minim akses informasi. Model CDR-Po terdiri dari empat fase yaitu menciptakan suasana kreatif (humor dan motivasi intrinsik), mengkonstruksi konsep, mendekonstruksi konsep dan membangkitkan ide, serta merekonstruksi konsep dan menerima ide. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan one group pretest and posttest design. Responden penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 8 Satap Tondano Sulawesi Utara kelas VII yang berjumlah 11 siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif untuk ketiga indikator (fluency, flexibility, originality) dengan peningkatan tertinggi pada originality. Namun demikian, secara umum peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa tergolong rendah.
Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar IPA Melalui Model Discovery Learning dengan Media Lingkungan Pada Siswa Kelas VII SMP Veronika Talumewo; Fransiska Harahap; Ni Wayan Suriani
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 4 No. 1: Juni 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v4i1.4354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar menggunakan model discovery learning dengan media lingkungan dan pengaruh model discovery learning dengan menggunakan media lingkungan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA SMP Negeri 9 Satap Langowan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk melihat aktivitas belajar siswa dan menggunakan penelitian eksperimen semu dengan nonequivalent control group design untuk melihat hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di dua kelas VII yang masing-masing berjumlah 11 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentasi aktivitas belajar kelas eksperimen pada pertemuan pertama dan kedua sebesar 93,75% sedangkan rata-rata pada kelas kontrol sebesar 58,75%. Untuk hasil belajar siswa diperoleh hasil pengujian hipotesis thitung = 2,63 > ttabel =2,09 maka tolak H0 yang artinya hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning berbantuan media lingkungan lebih tinggi dari hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berbantuan media lingkungan dapat meningkatkan aktivitas belajar dan dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi pencemaran lingkungan di SMP Negeri 9 Satap Langowan.
STEM-PjBL Learning: The Impacts on Students’ Critical Thinking, Creative Thinking, Communication, and Collaboration Skills Kurniahtunnisa Kurniahtunnisa; Yustinus Ulung Anggraito; Saiful Ridlo; Fransiska Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.2985

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effectiveness of STEM-PjBL learning on students' critical thinking, creative thinking, communication, and collaboration (4C) skills. This research is quantitative with a one-group pretest-posttest design. The research samples were 106 class XI State Senior High School 16 Semarang students. Quantitative data on critical thinking skills were analyzed using the N-gain test, while other data were analyzed descriptively. The results showed increased students' critical thinking skills based on the N-gain test. The paired sample t-test results in the SPSS 28 program obtained a significance value/Sig. (2-tailed) of 0.001, there were differences in critical thinking skills before and after STEM-PjBL learning. STEM-PjBL learning effectively trained students' creative, collaborative, and communicative thinking skills with high categories. This learning effectively trained students' critical thinking, creative thinking, communication, and collaboration skills
Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Berbantuan Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas VIII SMP Negeri 3 Belang Pada Materi Sistem Pencernaan Pada Manusia Novia Pandaleke; Zusje W. M. Warouw; Fransiska Harahap
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 4 No. 2: Desember 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v4i2.4962

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbantuan mind mapping terhadap hasil belajar IPA kelas VIII SMP Negeri 3 Belang pada materi sistem pencernaan pada manusia. Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental dengan pretest posttest nonequivalent control group design pada sampel kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 20 siswa. Data hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest kelas eksperimen yaitu 40,5 dan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen yaitu 82 sedangkan rata-rata nilai pretest kelas kontrol yaitu 32 dan rata-rata nilai posttest kelas kontrol yaitu 71,75. Data dianalisis menggunakan statistik uji-t dengan nilai thitung 207,41 dan nilai ttabel 1,685 pada taraf α=5%. Berdasarkan pada kriteria penerimaan Ha yaitu thitung>ttabel. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya terdapat pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbantuan mind mapping terhadap hasil belajar IPA kelas VIII SMP Negeri 3 Belang pada materi sistem pencernaan pada manusia.