Pengelolaan laut berkelanjutan harus dapat terintegrasi dengan masyarakat nelayan. Kehidupan masyarakat Bajo Mola sebagai nelayan di Taman Nasional Wakatobi yang begitu akrab dan bergantung pada laut berdampak pada besarnya adaptasi masyarakat untuk pemanfaatan sumber daya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknologi tangkap ikan orang bajo di Taman Nasional dan bagaimanakah upaya pengelolaan oleh nelayan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mengecek keabsahan data penelitian dengan model triangulasi dan member chek. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada nelayan Bajo Mola proses adaptasi dari aspek teknologi tangkap ikan sangat nampak terlihat. Jika dahulu nelayan Bajo hanya memiliki kendaraan laut berupa sope yang mengandalkan angin untuk melakukan aktifitas laut. Bajo Mola hari ini telah memiliki kendaraan bermotor yang dapat terparkir depan rumah mereka. Penerimaan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat telah dapat dinikmati hampir seluruh masyarakat Bajo Mola, Selain itu teknologi yang digunakan untuk melaut juga mulai bervariasi dan canggih, mulai alat tangkap yang digunakan yakni teknologi tangkap ikan yang lebih modern namun tetap ramah lingkungan. Pemanfaatan teknologi tangkap ikan ramah lingkungan yang didesain tradisional merupakan bukti bagaimana orang bajo ikut andil dalam pengelolaan khusunya untuk memenuhi prinsip perlindungan, prinsip pemanfaatan dan prinsip pengawetan sumber daya laut di Taman Nasional Wakatobi.
Copyrights © 2024