Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud, faktor dan dampak dari peristiwa tindak tutur langsung dan tidak langsung dalam kegiatan pembelajaran di SDN 3 Curugkembar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik simak catat dan voice record. Data dianalisis dengan berdasarkan teori dari Sumarlam, Pamungkas, dan Susanti (2017-2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam interaksi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SDN 3 Curugkembar, jenis tindak tutur yang lebih sering dilakukan oleh guru kelas 1 ketika kegiatan pembelajaran adalah tindak tutur langsung. Dari hasil rekaman yang sudah peneliti dapatkan terkumpul 2 rekaman yang berisi tindak tutur langsung 80%. Faktor penyebab dari terjadinya perisitwa tuturan tersebut adalah perbedaan generasi, gaya berbahasa antara gen alpha dengan gen milenial adalah suatu hal yang menarik untuk dianalisis. Dampak yang didapat oleh siswa adalah mereka lebih mudak memahami jenis tuturan langsung karena penguasaan bahasa dan cara kerja otak merespon kalimat yang mereka dengar dan simak membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi sebagai guru beliau memilih untuk lebih banyak menggunakan tindak tutur langsung agar siswa dan siswinya dapat memahami materi yang beliau jelaskan.
Copyrights © 2025