Penelitian ini mengkaji skenario wacana ritual Koso Wancang pada masyarakat Todo kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai dari kaca mata ilmu linguistik kebudayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan skenario wacana berdasarkan data bahasa dan makna dari ritual Koso Wancang tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah instrumen panduan simak, panduan wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Skenario wacana dalam ilmu linguistik kebudayaan mencakup kajian tentang siapa berbicara kepada siapa dalam suatu ritus kebudayaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa skenario wacana linguisti kebudayaan dalam Koso Wancang merupakan sebuah istilah yang digunakan oleh masyarakat Manggarai, khususnya masyarakat Todo yang terbagi dalam empat skema, yaitu skema tindak tutur, skema urutan, skema perspektif, dan skema ideasional. Keempat skema wacana ini mengarah pada pemaknaan bahwa Koso Wancang bermakna pada upacara pengangkatan arwah dari orang yang meninggal supaya tidak lagi tinggal di rumah atau pondok yang ditinggali selama hidup dan yang sifatnya hanya untuk sementara untuk pergi agar keluarga yang tinggal di rumah atau pondok tersebut tidak merasa terganggu. Hal ini menunjukkan bahwa ada pemisahakan antara kehidupan orang yang telah meninggal dan yang masih hidup pada masyarakat Todo, kaupaten Manggarai.
Copyrights © 2025