Program Integrasi Layanan Primer (ILP) Kemenkes RI di posyandu menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar, menyeluruh dan berkesinambungan. Posyandu ILP menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Keberhasilan program ini sangat bergantung keterampilan kader, pengetahuan dan keterampilan kader, berdampak pada pelayanan, kepuasan masyarakat, dan peningkatan cakupan layanan kesehatan serta promosi kesehatan. Kebaruan penelitian ini adalah evaluasi penilaian keterampilan kader oleh kader sendiri melalui Self Assisment 25 keterampilan kompetensi dasar kader Posyandu ILP di Puskesmas Ngemplak I, Sleman, DIY. Tujuannya adalah mengevaluasi kompetensi kader posyandu ILP, mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala, serta menentukan tindak lanjut untuk optimalisasi layanan posyandu. Metodelogi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden kader yang terpilih mengisi instrumen/kuesioner tilik diri self report 25 keterampilan kompetensi kader, diobservasi dan diwawancarai. Responden penelitian terpilih adalah kader posyandu yang dinyatakan lulus kompetensi keterampilannya oleh Tim penilai Tenaga kesehatan Puskesmas Ngemplak I Sleman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kader posyandu memiliki pemahaman dasar ILP, kesenjangan pada aspek pengetahuan, pencatatan, pelaporan, dan koordinasi lintas sektor. Kader kalurahan Bimomartani masih membutuhkan pendampingan dalam pelaksanaan posyandu ILP dibandingkan kader kalurahan Sindumartani dan Umbulmartani sehingga peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan intensif untuk mengoptimalkan pelaksanaan ILP.
Copyrights © 2025