Kehadiran film di tengah masyarakat dapat dijadikan sebagai media komunikasi yang efektif. Isu-isu sosial kerap hadir dalam sebuah film untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, salah satu isu sosial yang diangkat dalam film adalah cyberbullying. Peneliti menganalisis representasi dampak cyberbullying dalam film Budi Pekerti yang menerapkan metode semiotika menurut Roland Barthes dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari platform streaming Netflix dengan mengambil potongan adegan-adegan dalam film Budi Pekerti dan data sekunder diambil dari sumber lain seperti buku, jurnal, dan artikel di internet yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Budi Pekerti menghasilkan representasi cyberbullying pada korban, seperti diskriminasi, tuduhan, cancel culture, dan kekerasan fisik. Film Budi Pekerti dapat menjabarkan mengenai dampak yang dirasakan korban cyberbullying di dunia nyata, dengan adanya film tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi para penontonnya. Diharapkan agar penelitian lain dilakukan sebagai perbandingan dengan tema yang sama, khususnya mengenai representasi dampak cyberbullying dalam film agar menghasilkan perspektif yang beragam dan memperkaya pemahaman kita terhadap isu-isu sosial ini.
Copyrights © 2025