Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia. Cumi-cumi merupakan jenis komoditi unggulan ketiga setelah cakalang dan madidihang serta kapal yang berpangkalan dominan menargetkan cumi (bouke ami, cast net, dan pancing cumi) sebesar 53,8% tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan per unit upaya penangkapan (Catch Per Unit Effort/CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), dan tingkat pemanfaatan cumi-cumi (Loligo spp.) di perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 yang di daratkan di PPSNZ menggunakan Model Produksi Surplus (MPS) yang sesuai. MPS yang digunakan adalah Schaefer, Fox. Walters-Hilborn, Schnute, dan Clarke-Yoshimoto-Pooley (CYP). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder hasil tangkapan dan unit upaya penangkapan dari tahun 2013 sampai dengan 2022. Hasil analisis data menunjukkan bahwa berdasarkan model yang sesuai, yaitu Model Fox yang sesuai nilai CPUE sebesar 8,151 ton/unit dan hasil tangkapan maksimum lestari lestari 16.293,230 ton dengan upaya optimum 4.850 unit. Status tingkat pemanfaatan cumi-cumi, yaitu moderate, sehingga penambahan upaya penangkapan masih dapat ditambahkan.
Copyrights © 2024