Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan bagaimana program pengendalian dan penanggulangan rabies di Kota Pekanbaru dijalankan, serta untuk menemukan hambatan yang menghalangi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Studi ini menggunakan teori Thomas B. Smith, yang memiliki empat indikator: Idealized Policy , Target Groups, Implementing Oeganization, dan Enviromental Factors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengendalian dan penanggulangan rabies di Kota Pekanbaru kurang optimal dan tidak berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa hambatan, termasuk keterbatasan pekerjaan, kurangnya sosialisasi vaksinasi rabies, dan keterbatasan sumber daya medis untuk membatasi populasi. untuk melanjutkan program pengendalian dan penanggulangan rabies.
Copyrights © 2024