Siswa harus memperoleh keterampilan yang memperluas pengetahuan dan bakat mereka untuk belajar di abad kedua puluh satu. Hasil belajar yang lebih baik diantisipasi ketika model pembelajaran yang tepat digunakan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memastikan apakah model pembelajaran DI atau PBL menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang dilakukan. Desain kelompok kontrol posttest-only adalah metodologi penelitian yang dipakai. Partisipan pada penelitian ini ialah siswa kelas XI SMAN 1 Gunung Talang. Metode cluster random sampling dipakai untuk memilih sampel. Tes adalah alat yang dipakai untuk memperoleh data. Uji hipotesis dengan tingkat signifikansi 0,05, uji homogenitas, dan uji normalitas ialah metode analisis data yang dipakai. Menurut hasil analisis data, siswa di kelas eksperimen memakai model pembelajaran PBL meraih hasil belajar yang lebih besar (80,87 serta 76,57) daripada siswa di kelas kontrol memakai model pembelajaran DI. Berdasarkan kriteria thitung > ttabel, uji hipotesis menghasilkan nilai thitung = 1,78 > ttabel = 1,66, yang menunjukkan terkait H0 ditolak serta H1 diterima. Kondisi itu menunjukkan terkait model pembelajaran PBL menghasilkan hasil belajar yang lebih unggul daripada paradigma pembelajaran DI.
Copyrights © 2024