Kemampuan memecahkan masalah merupakan keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk menghadapi tuntutan abad ke-21. Penelitian ini dilakukan karena berdasarkan hasil tes, siswa Kelas XI SMAN 27 Batam memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kurang. Berdasarkan hasil tes, sebanyak 28,6% siswa memperoleh nilai “kurang” pada setiap indikator. Pengembangan E-LKPD berdiferensiasi dengan pendekatan Problem Based Learning merupakan solusinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk yang valid dan mudah digunakan. Desain model pembelajaran yang digunakan adalah model Dick and Carey. Hasil analisis validasi menunjukkan rata-rata 91% dengan kriteria sangat valid. Selanjutnya, hasil uji praktikalitas menunjukkan kriteria sangat praktis, dengan rata-rata 91,6% untuk respon guru dan 96% untuk respon siswa. Jadi, model pembelajaran berbasis masalah dengan E-LKPD yang berbeda-beda dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah yang berguna dan mudah digunakan.
Copyrights © 2024