Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan capaian pembelajaran mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa yang terdaftar dalam kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dan Sekolah Islam Terpadu (SIT). Uji ANOVA Dua Arah digunakan dalam penelitian ini untuk memastikan bagaimana kurikulum dan kelompok siswa memengaruhi capaian pembelajaran. Dengan nilai F sebesar 78,577 dan nilai signifikan (Sig.) sebesar 0,000, temuan analisis menunjukkan adanya perbedaan substansial antara capaian pembelajaran PAI dari kurikulum JSIT dan SIT. Siswa yang menggunakan kurikulum JSIT memiliki nilai ujian rata-rata yang lebih tinggi daripada mereka yang menggunakan kurikulum SIT, yang menunjukkan bahwa kurikulum JSIT lebih berhasil dalam meningkatkan capaian pembelajaran PAI siswa. Penelitian ini menemukan bahwa hasil pembelajaran bervariasi menurut keterampilan siswa (rendah, sedang, dan tinggi), dengan perbedaan yang signifikan di seluruh kelompok siswa (F = 230,044, Sig. = 0,000). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mempertimbangkan karakteristik siswa saat menjalankan program. Selain itu, ditemukan interaksi yang signifikan antara kurikulum dan kelompok siswa (F = 3,194, Sig. = 0,043), yang menunjukkan bahwa kelompok siswa yang berbeda mungkin memiliki tingkat keberhasilan yang berbeda dengan kurikulum JSIT dan SIT. Misalnya, siswa dengan kemampuan tinggi cenderung lebih diuntungkan dari kurikulum JSIT. Temuan keseluruhan studi menunjukkan bahwa pemilihan kurikulum dan pengelompokan siswa menurut kemampuan belajar merupakan elemen penting dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di sekolah Islam terpadu.
Copyrights © 2024