Penelitian ini mengkaji fenomena kekerasan berbasis gender, khususnya kasus mutilasi yang terjadi di Indonesia. Kekerasan gender disebabkan oleh ketidaksetaraan dalam kekuatan sosial, yang tercermin dalam berbagai bentuk kekerasan fisik maupun psikologis, termasuk tindak kekerasan dalam rumah tangga. Studi ini berfokus pada kasus mutilasi seorang suami terhadap istrinya di Ciamis yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi serta gangguan psikologis pelaku. Melalui pendekatan deskriptif, penelitian ini menganalisis faktor-faktor seperti trauma masa lalu, gangguan kepribadian antisosial, rendahnya kemampuan regulasi emosi, dan pengaruh media massa dalam menyebarkan fenomena kekerasan. Pemulihan trauma, terutama bagi anak-anak yang menjadi saksi kekerasan, menuntut dukungan psikologis yang berkelanjutan dan pendekatan pemulihan yang holistik. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan lintas disiplin, termasuk psikologi, kriminologi, dan intervensi sosial, untuk memahami dan menanggulangi kekerasan berbasis gender secara efektif.
Copyrights © 2024