Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan menerima pengaduan terbanyak dari seluruh Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Pelalawan, yaitu 247 pengaduan dalam satu tahun, dengan 15 pengaduan berstatus "Menunggu", 198 "Sedang Proses", dan 38 "Selesai". Sebagian besar pengaduan berada pada status "Sedang Proses", menandakan masih banyak yang belum terselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pengaduan masyarakat dan mengidentifikasi faktor penghambatnya di Dinas PUPR. Menggunakan teori efektivitas dari Sedarmayanti dengan aspek input, proses, output, produktivitas. Metode penelitian yang digunakan kualitatif yang bersifat deskriptif melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasilnya, efektivitas pengaduan belum optimal. Teknologi layanan pengaduan yang digunakan memadai, dan alur penanganan jelas, tetapi aspek SDM, perencanaan, dan anggaran masih lemah. Tingkat penyelesaian pengaduan rendah, hanya 15,38% dan informasi hasil seleksi kurang disampaikan kepada masyarakat. Faktor penghambat yang didapatkan adalah keterbatasan anggaran untuk peninjauan lokus pengaduan dan kurangnya sumber daya manusia yang memadai untuk menindaklanjuti pengaduan.
Copyrights © 2024