Pada abad ke-21, siswa dituntut memiliki kompetensi yang melampaui pengetahuan namun mencakup keterampilan dan sikap yang berlaku untuk kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengembangkan kesadaran terhadap budaya dan isu-isu global. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut pendidikan yang ideal sesuai perkembangan zaman, terutama di negara seperti Indonesia yang kualitas pendidikannya masih tertinggal. Pendidikan sains memainkan peran penting dalam membekali siswa untuk menghadapi kemajuan sains dan teknologi di abad ke-21, dengan menekankan pengalaman langsung untuk mengembangkan keterampilan proses sains. Namun, tantangan muncul dari kurangnya fasilitas laboratorium yang memadai, yang menyebabkan dampak negatif pada motivasi, minat, dan hasil belajar siswa dalam sains. Rekomendasi tersebut mencakup komunikasi kendala fasilitas kepada pimpinan sekolah, pelatihan bagi teknisi laboratorium, dan pengadaan bahan yang sesuai.
Copyrights © 2024