Artikel ini membahas perbandingan pemikiran Islamisasi Sains perspektif Muhammad Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi, dua tokoh besar yang menawarkan pendekatan berbeda untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan gagasan kedua tokoh dalam aspek pendekatan, proses islamisasi, konsep pendidikan, serta relevansi dalam konteks kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode Kajian Pustaka dengan menganalisis karya-karya utama dan literatur pendukung dari kedua pemikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Attas menekankan pentingnya integrasi sains dengan wahyu dan moralitas berbasis tauhid, sementara al-Faruqi menawarkan langkah-langkah sistematis untuk merekonstruksi ilmu pengetahuan sesuai pandangan dunia Islam. Tulisan ini relevan untuk memahami bagaimana Islamisasi sains dapat menjawab tantangan modernitas dan sekularisme.
Copyrights © 2024