Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini berupaya mengkaji fenomena endorsement dalam kerangka etika bisnis Islam. Hasil observasi pelanggan dan wawancara menunjukkan bahwa responden setuju bahwa endorsement adalah cara yang baik untuk mendongkrak penjualan. Namun, para responden berpendapat bahwa nilai-nilai syariah tidak sepenuhnya dijunjung tinggi dalam praktik ini. Beberapa influencer mempunyai kecenderungan untuk meminimalkan kelemahan suatu produk, yang bisa jadi tidak jujur dan bertentangan dengan penekanan Islam pada kejujuran. Untuk memastikan bahwa endorsement menguntungkan dan konsisten dengan nilai-nilai Islam, penelitian ini menyarankan influencer dan profesional bisnis untuk mempertimbangkan konsep etika seperti tanggung jawab sosial dan transparansi. prosedur. Temuan penelitian ini diyakini akan membantu industri memahami betapa pentingnya etika bisnis Islam dalam praktik endorsement.
Copyrights © 2024