Saat ini aktifitas kerja yang dilakukan tenaga kerja di Indonesia masih jauh apa kita harapkan yaitu kondisi sikap duduk menetap dan berulang-ulang bahkan duduk selama 8 jam kerja menggunakan kursi yang tidak memadai biasa ditemukan di tempat kerja, dengan kondisi sikap tersebut dapat menyebabkan gangguan berupa keluhan subjektif seperti nyeri punggung bawah adalah suatu gejala berupa rasa nyeri di daerah lumbosakrak dan sakroiliaka yang dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab, kadang-kadang disertai dengan penjalaran nyeri ke arah tungkai, tangan, kepala dan kaki. Untuk menghindari kondisi tersebut maka salah satu upaya dilakukan bangku yang dipergunakan harus sesuai dengan struktur dimensi tubuh pekerja, mengingat karena keterbatasan tubuh manusia maka bangku kerja harus menyesuaikan dengan ukuran tubuh manusia atau dikenal dengan ilmu antropometri. Penelitian ini adalah survei data antropometri pekerja dengan pendekatan observasional, yaitu melakukan pengukuran dimensi tubuh menggunakan alat antropometri set dan ukuran kursi yang dipergunakan serta keluhan subjektif pekerja menggunakan kuesioner, check list, perekaman video, pemotretan postur janggal pekerja, dan data sekunder diperoleh dari catatan data perusahaan dan referensi lainnya.
Copyrights © 2024