Sains Islam memandang alam semesta sebagai kesatuan yang utuh dan harmonis, di mana terdapat relasi tripatrik antara mikrokosmos (manusia), makrokosmos (alam semesta), dan metakosmos (realitas spiritual transendental). Mikrokosmos merujuk pada manusia sebagai cerminan kecil dari alam semesta, dengan potensi untuk memahami dan mencerminkan sifat-sifat Tuhan. Makrokosmos adalah alam fisik yang berfungsi sebagai tanda-tanda kebesaran Tuhan, sementara metakosmos mewakili dimensi spiritual yang melampaui dunia material. Hubungan tripatrik ini mencerminkan pandangan kosmologis Islam yang integratif, di mana dimensi fisik, etis, dan spiritual saling terhubung. Pengetahuan ilmiah dalam sains Islam tidak hanya bertujuan untuk memahami alam, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, melalui kesadaran akan realitas yang lebih tinggi. Relasi ini menekankan pentingnya kesatuan antara ilmu pengetahuan, etika, dan spiritualitas dalam tradisi keilmuan Islam.
Copyrights © 2024