Integrasi agama dan sains dalam perspektif M. Naquib al-Attas mencerminkan pendekatan yang holistik terhadap pemahaman manusia, alam, dan Tuhan. Al-Attas menekankan bahwa sains dan agama bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan saling melengkapi dalam upaya mencari kebenaran. Dalam pandangannya, sains yang diciptakan oleh akal manusia harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih besar, yaitu wahyu Ilahi. Ia berargumen bahwa pemisahan antara agama dan sains, yang terjadi sejak periode pencerahan, telah menyebabkan ketegangan dan pengabaian nilai-nilai spiritual dalam pencarian ilmu pengetahuan. Menurut al-Attas, integrasi antara agama dan sains hanya dapat dicapai dengan menyelaraskan keduanya dalam perspektif yang mendalam, yaitu pemahaman yang berakar pada konsep tauhid. Konsep ini menekankan bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk ilmu pengetahuan, adalah manifestasi dari kehendak Tuhan. Oleh karena itu, sains, dalam pandangan al-Attas, harus dilihat sebagai usaha untuk memahami hukum-hukum Tuhan yang ada di alam semesta. Integrasi tersebut tidak hanya melibatkan aspek intelektual, tetapi juga spiritual, yang mengarah pada pemahaman yang lebih mendalam tentang tujuan hidup manusia. Melalui pandangan ini, al-Attas berusaha mengembalikan kedudukan sains kepada tujuan awalnya, yaitu untuk memperkaya pemahaman umat manusia tentang keberadaan Tuhan, alam, dan dirinya sendiri, dalam harmoni dengan ajaran agama yang benar.
Copyrights © 2024