Penelitian ini mengkaji perihal penafsiran Al-Qur'an berdasarkan sumber-sumbernya: tafsir bi al-ma'thur, tafsir bil al-ra'yi, dan tafsir bil al-Ishari. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan analitis deskriptif. Artikel ini mengacu pada literatur klasik dan kontemporer terutama dengan artikel terkait. Adapun Tafsir bi al-ma'thur, yang berakar pada riwayat otentik (asli) dari Qur’an, hadis nabi, ijma’ sahabat-tabi’i-tabi’in. Selanjutnya, tafsir bil al-ra'yi memanfaatkan akal (ratio) yang memungkinkan untuk beradaptasi dengan intelektual logis. Kemudian tafsir bil al-Ishari yang menekankan dimensi simbolis (spiritual) dan mistik para sufi. Temuan penelitian ini menggarisbawahi legitimasi ketiga metode tersebut dengan dominasi pada tafsir Ma’thur dan ra’yi sebagai pendekatan yang paling menonjol dan diakui secara luas dalam kesarjanaan Al-Qur'an. Namun, penelitian ini juga mengakui keabsahan tafsir Ishari sejauh dalam pedoman etika para mufassir terpenuhi. Pada akhirnya, artikel ini menggarisbawahi pentingnya menyeimbangkan metode tradisional, rasional, dan spiritual untuk menumbuhkan pemahaman yang komprehensif dalam mengkaji al-Qur’an.
Copyrights © 2024