Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kontribusi Gaya Mengajar Expert Guru terhadap Keaktifan Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Toedien, Faisal Amir; Rizqa, Miftahir; Risnawati, Risnawati
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 10, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/potensia.v10i2.34855

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode mengajar guru terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negri 1 Benkalis. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 43 orang dan teknik pengambilan sampel yang digunakan. Observasi, angket, dan dokumentasi digunakan untuk pengumpulan data. Metode analisis data menggunakan korelasi produk Pearson.Hasil penelitian menerima nilai rhitung> rtabel 0,535> 0,301 pada tingkat nilai 5%. Oleh karena itu Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya gaya mengajar guru mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas siswa belajar Pendidikan Agama Islam di SMA Negri 1 Benkalis. Besarnya kontribusi gaya mengajar guru terhadap aktivitas siswa sebesar 28,6% dan sisanya sebesar 71,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Penelitian ini merupakan kajian tentang kekuatan instrument angket pada penelitian kuantitatif dalam pengukuran Pengaruh Gaya Mengajar Guru Terhadap Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Bengkalis.
Transfer of Knowledge and Forgetting in Islamic Religious Educational Psychology Toedien, Faisal Amir; Afandi, Muslim; Subhan, Mhd
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Da'wa Faculty of Islamic State University Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v7i1.4051

Abstract

This study aims to examine the phenomenon of learning transfer and forgetting within the context of Islamic Religious Education from the perspective of educational psychology. A qualitative method was employed, utilizing a literature review approach to analyze relevant theories related to learning, memory, and the process of forgetting. The data were analyzed using content analysis techniques based on scientific sources discussing the concepts of learning transfer and forgetting, along with their implications for Islamic Religious Education instruction. The findings indicate that learning transfer often fails due to rote-based, less meaningful, and non-contextual learning approaches. Meanwhile, forgetting occurs due to a lack of reinforcement, the material's minimal relevance to students' real-life experiences, and interference from other information. The study concludes that to enhance the effectiveness of Islamic Religious Education learning, educators should implement strategies that emphasize meaningful comprehension, repeated reinforcement, and contextual linkage between the material and students' daily lives, thereby optimizing learning transfer and minimizing the likelihood of forgetting.
Tafsir Ditinjau dari Sumbernya : Tafsir Bi Al-Ma’thur, Tafsir Bil Al-Ra’yi, Tafsir Bil Al-Ishari Toedien, Faisal Amir; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.24061

Abstract

Penelitian ini mengkaji perihal penafsiran Al-Qur'an berdasarkan sumber-sumbernya: tafsir bi al-ma'thur, tafsir bil al-ra'yi, dan tafsir bil al-Ishari. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan analitis deskriptif. Artikel ini mengacu pada literatur klasik dan kontemporer terutama dengan artikel terkait. Adapun Tafsir bi al-ma'thur, yang berakar pada riwayat otentik (asli) dari Qur’an, hadis nabi, ijma’ sahabat-tabi’i-tabi’in. Selanjutnya, tafsir bil al-ra'yi memanfaatkan akal (ratio) yang memungkinkan untuk beradaptasi dengan intelektual logis. Kemudian tafsir bil al-Ishari yang menekankan dimensi simbolis (spiritual) dan mistik para sufi. Temuan penelitian ini menggarisbawahi legitimasi ketiga metode tersebut dengan dominasi pada tafsir Ma’thur dan ra’yi sebagai pendekatan yang paling menonjol dan diakui secara luas dalam kesarjanaan Al-Qur'an. Namun, penelitian ini juga mengakui keabsahan tafsir Ishari sejauh dalam pedoman etika para mufassir terpenuhi. Pada akhirnya, artikel ini menggarisbawahi pentingnya menyeimbangkan metode tradisional, rasional, dan spiritual untuk menumbuhkan pemahaman yang komprehensif dalam mengkaji al-Qur’an.
Ethics of Leadership and Political Crisis in the Caliphate of Ali ibn Abi Thalib: A Socio-Civilizational Perspective Toedien, Faisal Amir; Syamruddin Nasution
FOKUS Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 2 (2025): FOKUS
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the ethical dimensions of leadership and the political crises that occurred during the caliphate of Ali ibn Abi Thalib (656–661 CE) within the framework of early Islamic social history and civilization. The governance of Ali unfolded amid a profound crisis of legitimacy and communal disintegration following the assassination of Caliph Utsman bin Affan. This research employs a descriptive qualitative approach, integrating historical and sociological analysis of classical sources alongside contemporary studies, using a library-based research design.  The findings indicate that Ali’s leadership was rooted in principles of justice, knowledge, and high moral integrity. However, this political idealism frequently confronted a power landscape shaped by intrigue and competing interests. The Battles of Jamal and Shiffin, as well as the arbitration (taḥkim), illustrate how political conflict transformed into theological and social crises that contributed to the emergence of early Islamic sects such as the Khawarij, the Shi’a, and the Murjiʾah. These findings affirm that the leadership ethics of Ali ibn Abi Thalib represent an Islamic political vision grounded in justice, consultation, and the public welfare, while also offering moral insights for the development of contemporary Islamic leadership.
Integration of Religion and Science in Nidhal Guessoum’s Thought: An Epistemological Analysis and Its Implications for Islamic Education Toedien, Faisal Amir; Dewi, Eva
AJIS: Academic Journal of Islamic Studies Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ajis.v10i2.14954

Abstract

This study aims to analyze the concept of the integration of religion and science from Nidhal Guessoum’s perspective, with a particular focus on its epistemological dimension and its relevance to the development of contemporary Islamic education. The study is motivated by the limited number of works that examine in depth the epistemological aspects of Guessoum’s integrative paradigm, while discourse on the integration of knowledge in the Muslim world has largely been dominated by normative approaches such as the Islamization of knowledge. This research employs a library research method with source triangulation and a descriptive-analytical approach through an examination of Guessoum’s major works and relevant scholarly literature. The findings indicate that the paradigm of knowledge integration he proposes is grounded in three main principles: the non-contradiction between revelation and science, layered interpretation, and theistic falsification. This approach rejects rigid models of i‘jaz al-Qur’an and the Islamization of knowledge, while emphasizing a rational dialogue between religion and science. This study contributes theoretically to the strengthening of Islamic epistemology and offers practical implications for the development of Islamic education that is scientific, contextual, and open to scientific advancement.
Marginalisasi dan Inovasi: Jejak Kebijakan Pendidikan dari Kolonial ke Orde Lama dalam Perkembangan Pendidikan Islam Indonesia Toedien, Faisal Amir; Helmiati, Helmiati; Hasyim, Hariza
Instructional Development Journal Vol 8, No 3 (2025): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v8i3.38362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebijakan pendidikan pada masa-masa Kolonial dan Orde Lama serta menjelaskan implikasinya terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia dengan memaparkan gambaran marginalisasi tindakan setiap pemerintahan kala itu terhadap pendidikan itu sendiri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami bagaimana kebijakan pendidikan kolonial dan pascakolonial membentuk arah, akses, dan posisi pendidikan Islam dalam sistem nasional. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan yang menelaah beragam sumber, seperti arsip kolonial, dokumen kebijakan pendidikan, peraturan perundang-undangan, serta literatur akademik dari buku dan jurnal ilmiah. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui metode analisis isi dan pendekatan historis untuk menafsirkan isi teks kebijakan pendidikan, mengidentifikasi pola ideologis, dan menelusuri dampaknya terhadap pendidikan Islam. Keabsahan data dijaga dengan triangulasi pustaka dan audit trail guna memastikan objektivitas hasil interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan kolonial bersifat diskriminatif dan membatasi ruang pendidikan Islam melalui regulasi seperti Ordonansi Guru dan Sekolah Liar. Sebaliknya, kebijakan pendidikan pada masa Orde Lama lebih tergambar adanya upaya untuk mulai mengintegrasikan pendidikan Islam ke dalam sistem nasional yang berlangsung kala itu, meskipun belum sepenuhnya sejajar dengan pendidikan umum. Penelitian ini memberikan kontribusi baru berupa refleksi historis yang dapat memperkaya wacana kebijakan pendidikan Islam kontemporer menuju sistem yang lebih inklusif, berkeadilan, dan kontekstual.  TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//   This page is in French Translate to Indonesian    AbkhazianAcehneseAcholiAfarAfrikaansAlbanianAlurAmharicArabicArmenianAssameseAvaricAwadhiAymaraAzerbaijaniBalineseBaluchiBambaraBaouléBashkirBasqueBatakBatak SimalungunBatak TobaBelarusianBembaBengaliBetawiBhojpuriBikolBosnianBretonBulgarianBuryatCantoneseCatalanCebuanoChamorroChechenChichewaChuukeseChuvashCorsicanCrimean TatarCrimean Tatar (Latin)CroatianCzechDanishDariDinkaDivehiDogriDombeDutchDyulaDzongkhaEnglishEnglish (USA)EsperantoEstonianEweFaroeseFijianFilipinoFinnishFonFrenchFrench (Canadian)FrisianFriulianFulahGaGalicianGeorgianGermanGreekGuaraniGujaratiHaitian CreoleHakha FalamHausaHawaiianHebrewHiligaynonHindiHmongHungarianHunsrikIbanIcelandicIgboIlocanoIndonesianInuktitutInuktitut (Latin)IrishItalianJamaican PatoisJapaneseJavaneseJingphoKalaallisutKannadaKanuriKapampanganKazakhKhasiKhmerKigaKikongoKinyarwandaKokborokKomiKonkani (Latin)KoreanKrioKurdish (Kurmanji)Kurdish (Sorani)KyrgyzLaoLatgalianLatinLatvianLigurianLimburgishLingalaLithuanianLombardLugandaLuoLuxembourgishMacedonianMadureseMaithiliMakassareseMalagasyMalayMalay (Arabic)MalayalamMalteseMamManxMaoriMarathiMariMarshalleseMarwariMauritian CreoleMeitei/Meetei (Mayek)MinangkabauMizoMongolianMyanmar (Burmese)N'Ko BambaraNahuatlNdau (Zimbabwe)NdebeleNepaliNewariNorthern SamiNorwegianNuerOccitanOdiaOromoOssetianPangasinanPapiamentoPashtoPersianPolishPortuguesePortuguese (Portugal)PunjabiPunjabi (Arabic)Q'eqchi'QuechuaRomaniRomanianRundiRussianSamoanSangoSanskritSantaliSantali (Latin)Scots GaelicSepediSerbianSesothoSeychellois CreoleShanShonaSicilianSilesianSimplified ChineseSindhiSinhalaSlovakSlovenianSomaliSpanishSundaneseSusuSwahiliSwatiSwedishTahitianTajikTamazightTamazight (Latin)TamilTatarTeluguTetumThaiTibetanTigrinyaTivTok PisinTonganTraditional ChineseTshilubaTsongaTswanaTuluTumbukaTurkishTurkmenTuvanTwiUdmurtUkrainianUrduUyghurUzbekVendaVenetianVietnameseWarayWelshWolofXhosaYakutYiddishYorubaYucatec MayaZapotecZulu Always translate French to Indonesian Never translate French Never translate ejournal.uin-suska.ac.id
Membedah Uji Prasyarat: Kunci Pemilihan Uji Hipotesis dalam Statistik Kuantitatif dan Panduan Cepat SPSS Uji Prasyarat Statistik Toedien, Faisal Amir; Risnawati; Hamdani, M. Fikri
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v5i1.1074

Abstract

This article comprehensively discusses assumption tests in statistical analysis, including the steps to implement them using SPSS software, along with examples of statistical test outputs. Assumption testing is a crucial early stage in quantitative research because it determines the feasibility of selecting statistical analysis techniques, especially in distinguishing between the use of parametric and non-parametric tests. Normality, homogeneity, and linearity tests are presented practically in this article to make understanding easier, especially for novice researchers. Additionally, this article briefly mentions the types of hypothesis tests commonly used in quantitative research and their test classifications. The approach used in writing this article is library research, in order to strengthen the theoretical basis and enrich the discussion. Hopefully, this article can be a useful conceptual reference for students, researchers, and practitioners in applying statistical analysis appropriately, systematically, and in accordance with scientific procedures.