UD Yadi Batako adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi batako sebagai bahan bangunan alternatif. Meskipun memiliki kapasitas produksi hingga 900 unit per hari, perusahaan menghadapi tantangan berupa cacat produk sebanyak 2% dari total produksi mingguan. Masalah ini berdampak pada efisiensi produksi dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi dan merancang usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma. Pendekatan Six Sigma dengan tahapan DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) diterapkan untuk menganalisis penyebab cacat dan memberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua jenis cacat utama adalah retak (48%) dan patah (52%). Penyebab utama meliputi ketidaktelitian pekerja, waktu pengeringan yang tidak optimal, mesin pencetak yang kurang presisi, serta cuaca yang tidak menentu. Rekomendasi perbaikan mencakup penggunaan timbangan untuk memastikan komposisi bahan baku yang akurat, pengaturan jadwal produksi yang lebih fleksibel, perawatan rutin mesin pencetak, serta penyimpanan batako yang lebih tertata dan menggunakan penutup seperti terpal. Penerapan metode Six Sigma terbukti efektif dalam mengidentifikasi masalah utama dan memberikan rekomendasi perbaikan.
Copyrights © 2025