Saat ini banyak orang tua dan anggota masyarakat yang mulai cemas karena masalah kenakalan remaja sekolah atau pelajar menjadi hangat lagi. Kenakalan remaja sekolah yang beberapa tahun lalu pernah membikin "pusing" para guru dan orangtua nampaknya saat ini "kambuh" lagi, bahkan dalam bentuk yang lebih serius: perkelahian!      Khususnya di daerah Ibukota Jakarta, masalah perkelahian pelajar telah menciptakan suasana "panik"; baik untuk orang tua, guru, para pelajar itu sendiri, maupun para birokrat sekolah.      Apabila mereka yang terlibat dalam kasus perkelahian pelajar tersebut dikumpulkan maka dapat dipastikan bahwa jumlahnya tidak hanya puluhan, akan tetapi sudah mencapai ratusan, bahkan kemungkinan sudah mencapai angka ribuan. Tidak hanya pelajar SMTA, sekolah menengah tingkat atas, saja yang terlibat dalam kasus perkelahian tersebut; akan tetapi para pelajar SMTP, sekolah menengah tingkat pertama, juga ada yang terlibat didalamnya.      Masalah tersebut di samping "memusingkan" tetapi sekaligus menggemaskan, karena cukup banyak para pelakunya yang meng-anggap hal tersebut sebagai hal yang biasa. "Biasa anak muda", katanya. Bahkan, yang lebih menggemas kan lagi, ada yang menganggap perkelahian pelajar tersebut menjadi semacam "refreshing" alias "penyegaran".
Copyrights © 1988