Penelitian ini menganalisis pemberdayaan penyandang Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui keterampilan melukis di Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Remaja Spesial. Meski data menunjukkan terdapat sekitar 3,2 juta anak Indonesia dengan autisme, keterampilan melukis berpotensi menjadi sarana ekspresi dan terapi bagi mereka. Penelitian bertujuan menganalisis proses dan hasil pemberdayaan penyandang ASD melalui program keterampilan melukis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dilaksanakan melalui tiga tahapan: penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Program ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama: kemampuan motorik, konsentrasi, serta kreativitas dan kemandirian. Disimpulkan bahwa pemberdayaan melalui keterampilan melukis berfungsi sebagai terapi dan sarana pengembangan kemandirian serta kreativitas. Direkomendasikan agar pengurus yayasan, orang tua, dan masyarakat bersinergi dalam mendukung penyandang ASD untuk mengembangkan kemampuan dan kemandirian mereka.
Copyrights © 2025