Penelitian ini menganalisis representasi tokoh perempuan, Sri Ayu, dalam naskah drama “Bung Besar” karya Misbach Yusa Biran melalui pendekatan feminisme representasi dan metode analisis wacana. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana dialog-dialog Sri Ayu merefleksikan kompleksitas peran perempuan pasca-kemerdekaan Indonesia dalam hubungannya dengan kekuasaan, ambisi, dan konstruksi gender. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya ambivalensi dalam representasi Sri Ayu, di mana ia menantang stereotip perempuan pasif melalui agensi verbal dan strategis negosiasi kekuasaan, namun juga menunjukkan pragmatisme ekstrem yang mendekonstruksi nilai-nilai sosial tradisional. Analisis wacana mengungkapkan bagaimana bahasa digunakan Sri Ayu untuk menegosiasikan identitas dan merespons batasan patriarki pada masanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi Sri Ayu yang problematis namun kuat menawarkan perspektif penting tentang dinamika gender dalam drama Indonesia pasca-kemerdekaan, membuka ruang diskusi mengenai kompleksitas identitas perempuan dan perjuangan untuk mendapatkan agensi dalam konteks sosio-historis tertentu.
Copyrights © 2025