Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, yang berdampak pada pembentukan dimensi profil pelajar Pancasila. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan pengaruh model pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Informatika. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen pada dua kelas, masing-masing menggunakan salah satu model pembelajaran. Data diperoleh melalui tes esai yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan. Namun, model Problem Based Learning memberikan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan Discovery Learning. Dengan demikian, model Problem Based Learning dinilai lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran aktif dan kontekstual dalam proses belajar mengajar.
Copyrights © 2025