Jurnal Ketahanan Nasional
Vol 12, No 2 (2007)

Konvensi Montevideo 1933 Sebagai Rujukan Struktural Bagi Proses Nation And State-Building Di Indonesia

Saafroedin Bahar (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Aug 2016

Abstract

Rasanya adalah antropolog Clifford Gccrtz (1963) yang pertama kali menyimpulkan bahwa esensi masalah yang dihadapi oleh para nation- and state-build-ers pasca Perang Dunia Kcdua adalah bagaimana merangkai old societies menjadi suatu new state.Old societies menunjuk pada demikian banyak komunitas antropologis tradisional yang mempunyai sejarah dan kebudayaan yang amat tua, sedangkan new state merujuk pada struktur negara modern, yang tumbuh secara berangsur-angsur dalam abad ke-17 dan 18 di Eropa Barat dan Amerika (ANDERSON, 1989, BENDIX, 1969; RENAN, 1994; TILLY, 1973). Oleh karena itu, nation- and state-building selain pada dasarnya merupakan suatu rekayasa struktur politik, juga akan memerlukan adaptasi kultural terencana, baik di kalangan elite pendiri negara maupun di kalangan massa yang hidup di "akar rumput".

Copyrights © 2007