Pedro adalah perusahaan ritel intermediate luxury yang bersaing di pasar fashion modern di Medan. Penelitian ini berfokus pada rendahnya volume penjualan Pedro Center Point Medan tahun 2024, yang diduga dipengaruhi keterbatasan penerapan strategi conversion rate optimization (CRO) serta fenomena window shopping. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan penyebaran kuesioner kepada 96 pelanggan. Analisis data dilakukan melalui regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRO berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan, sedangkan kualitas pelayanan berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, kedua variabel berkontribusi terhadap volume penjualan dengan F-hitung 11,967 lebih besar dari F-tabel 3,09 serta signifikansi 0,000. Nilai adjusted R square sebesar 0,188 menegaskan bahwa 18,8% variasi penjualan dipengaruhi variabel penelitian, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain.
Copyrights © 2025