Penelitian ini bertujuan menvisualisasikan fenomena diskriminasi yang dialami anak-anak di sekolah dasar melalui media digital painting, sebagai bentuk kritik sosial dan upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan pendidikan yang adil dan inklusif. Isu diskriminasi yang diangkat meliputi perbedaan fisik, tingkat kecerdasan, latar belakang, dan keyakinan yang berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan akademik anak. Pemilihan media digital painting didasarkan pada fleksibilitas, efisiensi, dan kemampuannya menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi milenial dan gen-Z. Proses penciptaan karya menggunakan metode konsorsium seni yang terdiri dari lima tahap, yaitu: (1) Persiapan, (2) Elaborasi, (3) Sintesis, (4) Realisasi Konsep, dan (5) Penyelesaian. Media yang digunakan adalah aplikasi Procreate pada iPad dengan teknik digital painting, kemudian dicetak di atas kanvas berukuran 100 x 100 cm. Karya yang dihasilkan berjumlah sepuluh dengan judul: 1) Akses Manual, 2) Cermin, 3) Jejak Luka, 4) Terbengkalai, 5) Puzzle, 6) Marginal, 7) Gelombang, 8) Bisu, 9) Dua Sisi, dan 10) Apakah Kita Berbeda. Karya ini diharapkan dapat menjadi media refleksi untuk mendorong masyarakat, pendidik, dan institusi pendidikan agar lebih peduli terhadap isu diskriminasi di sekolah, serta memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang tanpa hambatan sosial maupun psikologis.
Copyrights © 2025