Penelitian ini mengkaji preferensi membaca mahasiswa Unimed antara buku cetak dan media digital, termasuk faktor pendorong, kelebihan, kelemahan, dan dampaknya terhadap literasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, 49 mahasiswa dipilih secara accidental sampling melalui kuesioner daring. Hasil menunjukkan 69% membaca ≥3x/minggu, mayoritas malam hari (15–30 menit), dengan smartphone sebagai media utama (81%). Namun, 45,8% menilai buku cetak lebih efektif untuk pemahaman. Minat dan pengembangan diri (52,1%) jadi motivasi utama, sementara keterbatasan waktu (47,9%) jadi hambatan terbesar. Meski memilih digital karena akses mudah, mahasiswa akui keunggulan cetak dalam konsentrasi. Rekomendasi: sediakan bacaan digital berkualitas, ruang baca nyaman, komunitas literasi, serta latih manajemen waktu dan kendali distraksi gawai untuk budaya baca seimbang dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025