Tingginya jumlah anak yang berhadapan dengan hukum menjadi perhatian serius dalam sistem pemasyarakatan, khususnya dalam proses reintegrasi sosial yang humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bimbingan sosial individu dalam meningkatkan motivasi anak untuk mengubah perilaku ke arah yang lebih positif, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi. Penelitian dilakukan di PPSGBK Cileungsi dan Bapas Kelas II Subang dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa bimbingan sosial individu mampu meningkatkan motivasi anak melalui pendekatan empatik dan relasional yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Faktor pendukung meliputi keterlibatan petugas, dukungan lingkungan, dan pendekatan bimbingan yang tepat. Hambatan utama yang ditemukan antara lain rendahnya motivasi awal, keterbatasan sumber daya, serta stigma sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bimbingan sosial individu merupakan pendekatan efektif dalam mendukung perubahan perilaku anak menuju reintegrasi yang lebih baik.
Copyrights © 2025