Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam meningkatkan minat baca peserta didik di MI Tho’amul Athfal, Cihowe, Ciseeng, Kabupaten Bogor. Kegiatan penelitian ini berangkat dari Program Kerja Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 082 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2025. Latar belakang penelitian didasari rendahnya tingkat literasi siswa Indonesia yang tercermin dari survei PIRLS dan PISA, serta minimnya kebiasaan membaca pada anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap siswa kelas V–VI serta guru. Hasil menunjukkan minat baca siswa masih rendah akibat keterbatasan bahan bacaan menarik, sarana perpustakaan yang kurang memadai, dan kebiasaan membaca yang belum terbentuk sejak dini. Program pendukung seperti seminar literasi, perpustakaan keliling, dan pojok baca terbukti meningkatkan ketertarikan siswa bila dikemas secara kreatif dan relevan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan GLS melalui penyediaan fasilitas, variasi bacaan, dan keterlibatan guru–orang tua agar budaya membaca berkembang berkelanjutan.
Copyrights © 2025