Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang sangat umum tetapi seringkali tidak terdiagnosis. Manusia dapat terinfeksi melalui paparan dengan urin hewan yang terinfeksi baik secara langsung maupun tidak. Manifestasi klinisnya bervariasi mulai dari yang self-limited hingga life-threatening. Kultur leptospira merupakan baku emas untuk diagnosis. Pemeriksaan labrotarium seperti LAT, ELISA, dll dapat dilakukan, tetapi dibutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Kriteria Faine yang telah dimodifikasi dipakai dalam penegakan diagnosis presumtif mengingat sulitnya konfirmasi diagnosis. Leptospirosis berat dapat menyebabkan kerusakan pada sejumlah organ dan AKI adalah salah satu komplikasi utamanya. Penatalaksanaan pada pasien dengan AKI akibat leptospirosis dapat dilakukan dengan penyesuaian dosis pada terapi antibiotik, pemilihan cairan IV yang tepat, dan bila pasien memerlukan terapi dialisis, hemodialisis singkat harian telah terbukti lebih unggul daripada hemodialisis hari alternatif ataupun dialisis peritoneal.
Copyrights © 2024