SelfÂ-concept termasuk pandangan individu mengenai diri sendiri, termasuk keyakinan, nilai-nilai dan gambaran diri. Remaja dari keluarga broken home, urgensi self-concept bisa menjadi lebih kompleks dan berpotensi mempunyai dampak yang lebih signifikan. Akibat dari situasi tersebut mereka merasa terjebak dari dua keluarga dan mungkin sulit untuk memahami siapa sebenarnya diri mereka. Tujuan kajian ini untuk menguji keefektifan pendekatan cognitive behavior therapy untuk meningkatkan self-concept pada remaja broken home dengan memakai teknik cognitive restructuring. Pendekatan yang dipergunakan pada kajian ini ialah kuantitatif dengan jenis single subject design (SSD). Sampel yang dipergunakan yakni 1 subjek yang dikategorikan mempunyai self-concept rendah. Metode pengumpulan data yang dipergunakan yakni observasi dan skala pengukuran self-concept. Teknik analisis yang dipergunakan yakni analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil analisis dalam kondisi dan analsisi antar kondisi juga memperlihatkan positif atau meningkat, yang mana nilai akhir overlap pada analisis antar kondisi senilai 0% yang memperlihatkan bertambah kecil nilai maka semakin baik, dan juga diperkuat dengan hasil post-test diakhir intervensi (B) dengan memperoleh skor 125 yang dikategorikan sedang, setelah diberikan konseling individu dengan pendekatan cognitive behavior therapy (CBT) teknik cognitive restructuring.Kata Kunci: Self-concept, broken home, cognitive restructuring
Copyrights © 2024