Mulyanto, Ayu Kharisma Paramita
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Teknik Cognitive Restructuring Untuk Meningkatkan Self-Concept Pada Remaja Broken Home Mulyanto, Ayu Kharisma Paramita
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v9i2.12562

Abstract

Self­-concept termasuk pandangan individu mengenai diri sendiri, termasuk keyakinan, nilai-nilai dan gambaran diri. Remaja dari keluarga broken home, urgensi self-concept bisa menjadi lebih kompleks dan berpotensi mempunyai dampak yang lebih signifikan. Akibat dari situasi tersebut mereka merasa terjebak dari dua keluarga dan mungkin sulit untuk memahami siapa sebenarnya diri mereka. Tujuan kajian ini untuk menguji keefektifan pendekatan cognitive behavior therapy untuk meningkatkan self-concept pada remaja broken home dengan memakai teknik cognitive restructuring. Pendekatan yang dipergunakan pada kajian ini ialah kuantitatif dengan jenis single subject design (SSD). Sampel yang dipergunakan yakni 1 subjek yang dikategorikan mempunyai self-concept rendah. Metode pengumpulan data yang dipergunakan yakni observasi dan skala pengukuran self-concept. Teknik analisis yang dipergunakan yakni analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil analisis dalam kondisi dan analsisi antar kondisi juga memperlihatkan positif atau meningkat, yang mana nilai akhir overlap pada analisis antar kondisi senilai 0% yang memperlihatkan bertambah kecil nilai maka semakin baik, dan juga diperkuat dengan hasil post-test diakhir intervensi (B) dengan memperoleh skor 125 yang dikategorikan sedang, setelah diberikan konseling individu dengan pendekatan cognitive behavior therapy (CBT) teknik cognitive restructuring.Kata Kunci: Self-concept, broken home, cognitive restructuring
KONSEP DIRI PADA REMAJA BROKEN HOME: TINJAUAN PSIKOLOGIS Mulyanto, Ayu Kharisma Paramita; Cahyo, Amalia Wanda Deva Nur; Isnani, Choirun Nur; Indrianti, Maya Putri; Bakhria, Rizkyatul; lianawati, ayong
Journal of Education Counseling Vol 2 No 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/jec.v2i2.2215

Abstract

Self-concept is an image or individual perception that includes physical and psychological aspects such as appearance, potential, community acceptance, social interaction, views as a family member, hopes and ideals. Self-concept reflects the way a person sees and understands himself, including identity, feelings of self, and self-image. This study aims to determine the self-concept of adolescents who come from broken homes. The subjects in this study were 21 year old adolescents. This research is a qualitative research with the type of case study research using observation data collection methods, interviews, and documentation and using inductive analysis. Based on the results of the study it was found that individuals who come from broken home families tend to have a positive self-concept even though they come from broken home families. This can be seen from the self-concept aspect, namely that individuals have a fairly good physical appearance and behave according to their gender. In developing self-potential, individuals are good enough to do what they are interested in. Individuals are also able to face stigma and discrimination by society and within the community are also well received. In addition, the individual is highly valued and fully supported by the people around him so that he does not get worse from the problems he is facing. A positive self-concept leads the individual to have an orientation in the future, namely wanting to live a more appropriate life for the family that will be led in the future so that they don't feel what they are feeling at the moment.
Efektivitas Teknik Cognitive Restructuring Untuk Meningkatkan Self-Concept Pada Remaja Broken Home Mulyanto, Ayu Kharisma Paramita
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v9i2.12562

Abstract

Self­-concept termasuk pandangan individu mengenai diri sendiri, termasuk keyakinan, nilai-nilai dan gambaran diri. Remaja dari keluarga broken home, urgensi self-concept bisa menjadi lebih kompleks dan berpotensi mempunyai dampak yang lebih signifikan. Akibat dari situasi tersebut mereka merasa terjebak dari dua keluarga dan mungkin sulit untuk memahami siapa sebenarnya diri mereka. Tujuan kajian ini untuk menguji keefektifan pendekatan cognitive behavior therapy untuk meningkatkan self-concept pada remaja broken home dengan memakai teknik cognitive restructuring. Pendekatan yang dipergunakan pada kajian ini ialah kuantitatif dengan jenis single subject design (SSD). Sampel yang dipergunakan yakni 1 subjek yang dikategorikan mempunyai self-concept rendah. Metode pengumpulan data yang dipergunakan yakni observasi dan skala pengukuran self-concept. Teknik analisis yang dipergunakan yakni analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil analisis dalam kondisi dan analsisi antar kondisi juga memperlihatkan positif atau meningkat, yang mana nilai akhir overlap pada analisis antar kondisi senilai 0% yang memperlihatkan bertambah kecil nilai maka semakin baik, dan juga diperkuat dengan hasil post-test diakhir intervensi (B) dengan memperoleh skor 125 yang dikategorikan sedang, setelah diberikan konseling individu dengan pendekatan cognitive behavior therapy (CBT) teknik cognitive restructuring.Kata Kunci: Self-concept, broken home, cognitive restructuring