Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana strategi pemasaran digital berbasis komunitas lokal berkontribusi terhadap keberlanjutan usaha kuliner tradisional di Indonesia. Di tengah digitalisasi yang cepat dan perubahan perilaku konsumen, pengusaha kuliner tradisional menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya saing sambil menjaga keaslian budaya. Dengan pendekatan penelitian kualitatif yang melibatkan lima informan kunci—terdiri dari tiga pemilik usaha kuliner, satu influencer lokal, dan satu perwakilan pemerintah—penelitian ini menyelidiki peran kolaborasi komunitas, narasi digital, dan keterlibatan sosial dalam mempertahankan usaha kuliner tradisional. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian diproses menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa pemasaran digital berbasis komunitas meningkatkan visibilitas, kepercayaan pelanggan, dan ketahanan ekonomi lokal dengan memanfaatkan nilai-nilai bersama, modal sosial, dan narasi budaya. Bercerita tentang resep warisan dan kolaborasi dengan influencer lokal secara efektif membangun keaslian dan memperkuat kehadiran di pasar. Meskipun menghadapi tantangan seperti literasi digital yang terbatas dan keterbatasan sumber daya, partisipasi komunitas mengompensasi hal tersebut dengan mendorong inklusivitas dan inovasi. Secara keseluruhan, pemasaran digital berbasis komunitas tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga mempromosikan keberlanjutan budaya dan sosial, memastikan bahwa warisan kuliner tradisional Indonesia tetap relevan di era digital.
Copyrights © 2025