Barangkali kejadiannya hanyalah secara kebetulan saja. Setelah di Jawa Barat terjadi kasus "Emen-Ganda" yang sempat menyita perhatian berbagai kalangan, khususnya kalangan pendidik, kini muncul kasus baru yang tidak kalah menariknya yakni kasus "Rahmat".      Secara kebetulan saja orang yang terlibat secara langsung dalam kasus tersebut- Emen, Ganda serta Rahmat ketiganya merupakan pelaku didik di SD, Sekolah Dasar. Juga secara kebetulan kasus tersebut munculnya di daerah propinsi yang sama. Dan mungkin secara kebetulan pula kalau dibalik kasus tersebut terdapat hal-hal yang bersifat "aneh" untuk ukuran masyarakat kita; lepas dari sah atau tidaknya "keanehan" tersebut.      Yang kiranya belum "kebetulan" ialah: kalau kasus Emen-Ganda sekarang ini sudah bisa diselesaikan secara musyawarah dan mufakat (?), sementara itu kasus "Rahmat" sedang menapaki medan. Ibarat pelari marathon, kalau Emen dan Ganda sudah memasuki garis "finish" maka Rahmat baru saja meninggalkan garis "start".      Emen dan Ganda dua pelaku didik di SD yang pernah ditu-runkan pangkat atau jabatannya serta dimutasikan tempat kerjanya kini sudah cukup lega. Meskipun pemutasian tempat kerja ternyata tidak bisa dihindari, namun mereka masih cukup beruntung karena masalah penurunan pangkat atau jabatan akhirnya dapat "dianulir".
Copyrights © 1988