Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat guru-guru di Kabupaten Brebes tentang dua pendekatan utama manajemen pembelajaran profesional: PJOK linier dan non-linier. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan informasi melalui survei, wawancara, observasi, dan catatan. Sampel dalam penelitian ini adalah guru PJOK di SMP dan Sederajat se-Kecamatan Brebes yang berjumlah 9 orang. Hasil penelitian diketahui bahwa skor dari kuesioner yang menggunakan rentang skala sebagai acuan, diperoleh skor 3,66 untuk guru linier dan 3,45 untuk guru non linier, skor tersebut termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi bahwa kualitas penerapan pembelajaran dan pengelolaan administrasi oleh guru linier dan non linier menunjukan variasi yang signifikan. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran dan mengelola administrasi tidak selalu berkorelasi langsung dengan status linier dan non linier, melainkan lebih bergantung pada kemampuan individu masing–masing guru.
Copyrights © 2024