ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

DARI TOKYO TOWER BISA MELIHAT JEPANG

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 May 2010

Abstract

       Kalau sempat memperhatikan secara sepintas saja maka kita akan mengetahui bahwa status sosial ekonomi masyarakat Jepang umumnya adalah tinggi. Bukan berarti bahwa tidak ada orang miskin akan tetapi kebanyakan, untuk tidak menyatakan hampir seluruhnya, penduduk Jepang memang hidup di atas garis kemiskinan.       Keadaan itu nampaknya relevan dengan  berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh berbagai institusi internasional.  Pada tahun 1993 yang lalu Bank Dunia meneliti perkembangan ekonomi di wilayah Asia Timur dan dalam laporannya yang berjudul "The East Asian Miracle : Economic Growth and Public Policy" (1993) menuliskan nama Jepang sebagai salah satu dari delapan negara yang dikategorikan ajaib dalam pertumbuhan ekonominya. Lebih daripada itu, Jepang Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong dan Singapura dimasukkan dalam kelompok High Performing Asian Economies. Bahkan Jepang ada dalam deretan paling atas.  Kelompok ini berada satu lapisan di atas kelompok lain, The Newly Industrializing Economies yang di dalamnya ada nama-nama Indonesia, Malaysia, dan Thailand.      Untuk konteks Jepang,  laporan penelitian tersebut mungkin  tidak meleset karena lajunya pertumbuhan ekonomi tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.  Secara sepintas saja tak pernah kita dapati pengemis di pinggir jalan atau di tempat-tempat strategis yang lainnya; apalagi pengemis yang "door to door" itu tidak pernah akan ada di Jepang. Jangankan pengemis, orang yang berpakaian kotor pun jarang kita dapati, meskipun bukan berarti tidak ada sama sekali.       Kalau banyak orang (kita) sering mengibaratkan Indonesia meru-pakan potongan surga yang terjatuh di bumi barangkali potongan yang lain jatuh di Jepang.  Alam pegunungan di Jepang sungguh cantik luar biasa. Sebuah karunia Tuhan yang tiada tara nilainya.

Copyrights © 1997