ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1995: HARIAN SUARA MERDEKA

MATA RANTAI REVOLUSI RADIO INDONESIA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2010

Abstract

       Lima puluh tahun atau setengah abad yang silam,  tepatnya  pada tanggal 11 September 1945 di negara kita lahir "bayi mungil" yang kemudian diberi sebutan Radio Republik Indonesia (RRI). Kelahiran RRI harus ditempuh melalui jalan panjang penuh liku semenjak jaman penjajahan Belanda dan Jepang.          Kalau kita mau merunut perjalanan sejarah sebenarnya lahirnya RRI sudah diembrionalisasi sejak jaman prakemerdekaan.  Pada tahun 1933 di Solo berdiri Solosche Radio Vereniging (SRV),  setahun be-rikutnya di Yogyakarta berdiri Mataramsche Vereniging voor Radio Omroep (MAVRO),  di Jakarta muncul Vereniging Oosterse Radio Omroep (VORO),  dan di kota Bandung berdiri Vereniging Oosterse Radio Luisteraars (VORL).  Pada tahun 1935 di Surabaya berdirilah Inheemse Radio Luisteraars Vereniging Oost Java (CIRVO) dan di  Semarang berdiri Radio Semarang.  Itu semuanya merupakan embrio berdirinya RRI di persada ini.          Lahirnya RRI dilandasi tekad membela tanah air yang tercermin dalam Tri Prasetya RRI. Prasetia pertama berisikan tekad menyelamatkan semua alat siaran radio dari siapapun yang ingin memakai alat siaran untuk menghancurkan negara kita.  Prasetia kedua berisi tekad untuk mengemudikan siaran RRI sebagai alat perjuangan berdasarkan jiwa kebangsaan yang murni,  hati yang bersih dan jujur,  serta kecintaan dan kesetiaan kepada tanah air dan bangsa. Sedangkan prasetia ketiga adalah tekad untuk bersatu di atas semua aliran,  partai maupun golongan, berpegang pada jiwa Proklamasi 17 Agustus 1945.

Copyrights © 1995