Fenomena Dandangan adalah tradisi yang diwariskan sejak masa Sunan Kudus untuk menyambut bulan suci Ramadan dan terus dilestarikan hingga kini. Tradisi ini merupakan bagian dari Islam terapan yang bersumber dari Tafsir Amali, bertujuan mengkaji tradisi Dandangan melalui ayat-ayat al-Qur'an yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan studi kasus, mengumpulkan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan pengamatan mendalam. Analisis data dilakukan dengan pendekatan struktural fungsional, didukung data sekunder dari jurnal, buku, kitab tafsir, dan laporan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa Tafsir Amali, sebagai bentuk Islam terapan, menggambarkan bagaimana tradisi Dandangan mencerminkan budaya masyarakat Kudus. Tradisi ini menjadi ekspresi sukacita masyarakat dalam menyambut Ramadan, sekaligus berdampak pada aspek ekonomi, psikologi sosial, dan sosiologi. Kajian ayat al-Qur'an tentang kewajiban puasa dan keistimewaan Ramadan menjadi motivasi serta landasan tradisi ini, yang juga melestarikan ajaran Sunan Kudus.
Copyrights © 2024