ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1989: HARIAN WAWASAN

SMP TERBUKA YANG MENJADI PILIHAN (1)

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2010

Abstract

       Keinginan dan tekad pemerintah untuk melaksanakan wajib belajar SMTP mulai akhir Pelita V nanti nampaknya berdampak positif terhadap upaya-upaya meningkatkan daya tampung SMTP di negara kita yang sampai saat ini angkanya masih relatif rendah, sekitar 70%. Ini berarti bahwa pemerintah (dan masyarakat)  baru sanggup menyediakan 70 kursi belajar dari setiap 100 lulusan SD.       Dengan kondisi seperti itu tentunya belum "layak" wajib belajar dicanangkan secara resmi; masalahnya wajib belajar itu sendiri akan membawa resiko.       Apakah resikonya ...? Sewaktu-waktu yang diwajib-belajarkan menuntut sarana dan fasilitas belajar, asal masih di dalam batas-batas yang wajar,  maka mau tak mau pemerintah sebagai pihak yang mewajibbelajarkan warganya wajib memenuhi tuntutan itu.       Implikasinya: pemerintah berkewajiban menyediakan sarana dan fasilitas belajar yang memadai terlebih dahulu,  termasuk menyediakan kursi belajar di sekolah dalam jumlah yang cukup,  sebelum mencanangkan program wajib belajar itu sendiri.

Copyrights © 1989