The story of the four horsemen that appear in Revelation 6:1-8 has always been read with an allegorical approach. This approach sees the horsemen as symbolizing disasters such as death, war, famine, and a conquest by pestilence; all of which take a heavy toll. This article offers a different reading in that the image of the four horsemen does not speak of a future catastrophe, but of a personal entity that will indeed be present at the end of time. It also criticizes the interpretation that the rider on the white horse that appears in Revelation 6:2 is Jesus. With a brief narrative-critical approach and biblical exegesis of the text of Revelation 6:1-8, this article offers two developing readings, first that Jesus is not the first horseman, but the antichrist, and the second one is, the four horsemen represent personal entities, not symbols of disaster. The output of this article is to offer the view that the four horsemen are evil entities that God allows to inflict suffering and torture on the earth at the end of time.Narasi empat penunggang kuda yang hadir dalam Wahyu 6:1-8 selalu dibaca dengan pendekatan alegoris. Pendekatan tersebut melihat bahwa penunggang kuda sedang melambangkan bencana seperti kematian, peperangan, kelaparan, hingga sebuah penaklukan akan wabah penyakit; di mana seluruhnya memakan banyak korban jiwa. Artikel ini hadir untuk menawarkan pembacaan yang berbeda bahwa gambaran dari keempat penunggang kuda tidak sedang berbicara mengenai gambaran bencana di masa depan, melainkan mengenai suatu entitas personal yang memang benar-benar akan hadir di akhir zaman. Artikel ini juga mengkritisi ulang tafsir yang mengatakan bahwa penunggang kuda putih yang muncul dalam Wahyu 6:2 adalah Yesus. Dengan pendekatan naratif-kritis singkat dan tafsir biblis terkait teks Wahyu 6:1-8, artikel ini menawarkan dua pengembangan pembacaan; pertama, Yesus bukanlah penunggang kuda pertama, melainkan antikristus, dan kedua yaitu keempat penunggang kuda sedang mewakili entitas personal, bukan simbol bencana. Luaran dari artikel ini adalah menawarkan pandangan bahwa keempat penunggang kuda merupakan entitas jahat yang diizinkan Allah menaruh penderitaan dan penyiksaan di bumi di akhir zaman.
Copyrights © 2023