ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009

INDUSTRI PERHIASAN (1)

Suyanto, Mohammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Nov 2009

Abstract

Industri berbasis non pertanian pada abad pertengahan awal di Hijaz cukup bervariasi, mulai dari pertambangan sampai perburuan dan perikanan, konstruksi dan manufaktur serta perusahaan produksi lainnya. Di antara berbagai perusahaan, perusahaan manufaktur pribumi merupakan suatu sector industri yang terdiri dari beberapa sub sector. Pengrajin Hijaz terlibat dalam berbagai aktivitas produksi komoditas pilihan penting yang dapat dipasarkan. Sub sektor penting tersebut mencakup perhiasan,pandai besi,penyamakan, tekstil dan parfum. Industri perhiasan dari emas dan perak berkembang dengan baik di Hijaz, sehingga profesi sebagai pembuat perhiasan dari emas dan perak. Orang Hijaz menyukai dekorasi dari logam mulia dan Al Qur’an banyak menyebutkan emas dan perak merupakan barang yang sangat berharga.  “Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai dibawahnya,  di dalam surga itu, mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan emas yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah”(Al Kahfi:31). “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara dan pakaian mereka adalah sutera” (Al Hajj:23). Demikian pula dalam surat Faathir ayat 33 : “(Bagi mereka) surga ‘Adn, merekamasuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara dan pakaian mereka adalah sutera” “Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya” (Az Zukhruf:71). Sebaliknya jika emas dan perak tidak dinafkahkan di jalan Allah akan mendapatkan siksa,seperti dalamAl Qur’an :“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” (At Taubah:34).

Copyrights © 2009