ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT

MEMBERANTAS TIGA KETIDAKADILAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 May 2010

Abstract

       Pemerintah (reformasi)  sekarang ini  mewarisi suatu kondisi yang benar-benar berat, bahkan cenderung "rusak", sehingga un-tuk dapat memulihkannya  diperlukan usaha dan kerja yang ekstra keras.  Demikian apa yang disampaikan oleh Menteri Penerangan RI M. Yunus Josfiah di dalam Pembukaan Sarasehan Kebudayaan Ke-11 Tamansiswa bertempat di Pendopo Agung Tamansiswa Yogyakarta baru-baru ini.       Pada bagian yang lain  dinyatakan  bahwa negara kita masih harus menghadapi tiga jenis ketidakadilan sekaligus; masing-masing adalah ketidakadilan secara umum (general unfairness), ketidakadil-an secara primordial (primordializm unfairness), serta ketidakadilan secara kewilayahan (territorial unfairness).       Secara agak gamblang dicontohkan oleh beliau; ketidakadilan secara umum itu banyak dirasakan oleh rakyat bawah yang jauh dari kekuasaan. Makin jauh dari kekuasaan yang nota bene melekat pada pejabat maka ketidakadilan itu makin dirasakan.  Orang yang dekat dengan pejabat merasa dirinya aman karena dianggapnya keadilan itu ada pada pejabat, dan ketidakadilan jauh dari pejabat pada umumnya.  Dilukiskan lebih jauh, banyaknya pimpinan organi-sasi massa yang "hobby" melakukan audiensi dengan para pejabat tanpa tujuan yang jelas juga mengindikasikan akan hal tersebut.      Sementara itu ketidakadilan primordial bisa berupa primordial almamater, promordial kesukuan, primordial keagamaan,  dan sebagainya.  Bila ada satu pejabat dari UGM di satu lembaga, misalnya, kemudian stafnya diambil dari UGM secara mayoritas  itu merupakan contoh primordial almamater.  Sedangkan primordial kewilayahan itu terjadi pada belum meratanya pembangunan antarwilayah;  kalau di Bandung gang-gang sempit sudah diaspal sedangkan di luar Jawa jalan besar masih banyak yang becek itu merupakan contoh.

Copyrights © 1999